Posts

Showing posts from July, 2021

Fantasi Padang Rumput

Padang rumput dan segala impian yang tersebar di setiap semaknya. Untuk bertemu, bertukar sapa dan senyum sehangat sang surya. Menggelar tikar, menata camilan, berpose jenaka. Seorang gadis mengenakan kemeja kotak-kotak hijau. Sibuk memotret alam di sekeliling—juga kawan-kawan yang mengacungkan dua jari, membentuk huruf v. Tanpa sepengetahuan yang lain, ia memotret dirinya sendiri. Berharap suatu saat nanti akan ada manusia lain yang mengabadikan momen dalam hidupnya. Seperti dirinya yang berperan sebagai fotografer dalam hidup kawannya. Untuk melukiskan emosi dan warna semesta. Bermedia kanvas, buku tulis, hingga lembaran tisu berwarna putih. Seorang gadis tenggelam dalam karyanya. Hanya mendongak untuk melihat objek yang dilukisnya. Pohon besar yang menaunginya dan kawannya. Matanya mengerjap kaget saat tak sengaja bersitatap dengan tupai. Buru-buru tangannya mengguratkan pensilnya, menggambar hewan menggemaskan itu di buku tulisnya. Dalam hati ia berterima kasih kepada Tuhan. Ba...

puisi: racauannya yang sakit kepala

 Hening Sepanjang telinga terpasang, seiring embusan angin Yang dahulu kusapa girang, kini hanya buat pening   Kosong Kumpulan saraf yang terhubung, hari ini tengah buntu Ide-ide dulu membumbung, hari ini terbelenggu Pulang   Tanpa bincang basa-basi, pantaskah dipanggil rumah sendiri Tanpa manusia dan aksi berarti, semuanya nampak seperti ilusi     19 Juli 2021

Benak: Why I Adore Bookstagram Community

“ Networking itu penting, dek.” Semenjak aku serius mengerjakan novel pertamaku, kalimat itu berkali-kali didengungkan Bapak dan Ibu. Kata mereka, makin luas networking yang kupunya, aku akan lebih mudah mempromosikan novel. Aku disarankan untuk mengikuti komunitas penulis, mengontak tokoh-tokoh ‘berpengaruh’, dan sering mengumumkan pada dunia—maksudnya followers media sosial—kalau aku ini penulis. Saran ini jelas benar adanya, sebab itulah berkali-kali aku diingatkan orang tua. Berkali-kali pula mereka mengeluh. Berkata, “Kamu ini kenapa kalau soal networking begini selalu resisten? Ini saran yang bagus, kenapa kok nggak pernah serius dijalani?” Ashfalia umur dua belas tahun mungkin hanya mengangkat bahu. Diam tak mau menjawab saat ditanya. Barangkali menangis, makin membuat bingung orang tua. Sore ini, saat matahari bersiap tenggelam, sepertinya aku tahu jawabannya. Aku saat itu baru saja selesai opname, dan tiba-tiba saja tak bisa bersekolah nyaris setahun. Emosiku tak...