Benak: Rinduku pada Balkon Sekolah
Ashfalia Pramudya. 11 April 2020. Sebenarnya, tak banyak pemandangan yang ditawarkan balkon sekolah. Bila menunduk, hanya dua saung yang berjejer di sisi kanan, dan pot tanaman di sisi kiri yang bisa dinikmati. Bila kepala sedikit mendongak, yang terlihat sejauh mata memandang hanyalah gedung pencakar langit—kebanyakan masih dalam proses pembangunan. Biasa saja. Maksudku, apa yang kamu harapkan dari sekolah yang ada di area perkotaan? Rasanya biasa saja, sampai kemudian surat edaran itu sampai di tangan. Kami semua harus di rumah. Menghindari keramaian, menjaga diri, karena mencegah lebih baik daripada mengobati. Semenjak itu, ada rindu yang menyeruak. Teringatlah aku, di balkon itu, ada banyak kenangan yang tertulis di setiap jengkalnya. Sudah berapa air mata yang aku keluarkan. Entah itu air mata dalam hati, atau yang aku keluarkan, dengan sahabatku di sisi. Ada berbagai cerita dengan beragam tokoh yang tersebar di sana. Entah itu kisahnya yang bahagia, insan yang tenga...