Posts

Showing posts from June, 2021

Menari di bawah Bulan Perbani

Yang terdengar hanya suara burung hantu dan kepakan sayap kelelawar. Tikus gendut mencicit, bersembunyi di balik semak-semak. Ada pula yang bersembunyi, berjinjit di jalan penuh batu. Dua anak perempuan. Yang satu bergaun hijau mint . Yang lain bergaun kuning. Keduanya berjalan tanpa alas kaki. Mulai berlari kecil saat lentera desa tak lagi menyinari. Tujuan mereka jelas, kastil di atas bukit. Mereka ingin menari di bawah bulan perbani. Seperti nenek moyang, seperti dongeng yang dibacakan ibu, dulu sekali. Mereka mengumpulkan bunga di perjalanan. Bunga putih untuk gadis bergaun kuning. Bunga ungu untuk gadis bergaun hijau. Di kastil yang berdiri gagah, keduanya merangkai mahkota bunga. Memakainya di kepala. Dan menarilah mereka, bagaikan kupu-kupu di taman bunga. Tarian mereka hanyalah putaran sederhana. Sesekali bertabrakan, sesekali tertawa. Saat lelah menguasai, badan mereka telentang menyentuh rumput basah. Menarik napas panjang. Bersitatap dengan bulan perbani. Berbagi cerit...