Posts

Showing posts from September, 2019

Puisi: Jembatan Kayu

jembatan kayu kecokelatan itu berdiri menyambungkan dua pulau yang melambangkan pilihan di bawah jembatan itu, mengalir cairan pekat sebab tercampur air mata dan darah  dari raga para insan yang menyerah aku adalah insan pemimpi aku adalah insan penuh imaji namun tak pernah sekalipun aku bayangkan diriku menapakkan kaki di jembatan itu namun siapa aku? aku hanya insan bukan desainer atas segala kejadian waktu menggiringku ke tengah-tengah jembatan memaksaku memilih, kiri atau kanan? yang di mataku benar, atau di mata mereka benar? yang salah menurutku, atau salah menurut mereka? hati yang mantap membuat kakiku dengan ringan berlari ke salah satu pilihan hati yang tergores membuat netraku mengeluarkan kristal di tengah perjalanan hati yang bimbang membuatku terdiam, tak bergerak bahkan se inci dari jembatan tapi, pulau mana yang harus kukunjungi pilihan apa yang harus kupilih arah mana yang harus kutuju bila isi hatiku saat ini...

Puisi: untuk lima malaikatku

awalnya, aku berpikir mereka tak peduli awalnya, aku berpikir mereka sibuk dengan dunia mereka sendiri awalnya, aku berpikir mereka telah meninggalkanku sendiri tapi tidak beberapa hari lalu, jiwaku tersadar akan sesuatu bahwa mereka, selalu menjadi insan pertama yang memelukku bahwa mereka, selalu menjadi insan yang setia mendengar keluh kesahku juga cerita cerita aneh dan imajinasi gilaku mereka menerimaku apa adanya di depan mereka, sejuta ekspresiku mencuat tanpa rasa khawatir dan bimbang tak ada pikiran "nanti apa kata orang?"  karena persahabatan kami, terbentuk dari kebiasaan mungkin saat ini mereka tak bisa lagi menjadi orang pertama yang menjagaku mereka tak bisa lagi menjadi orang pertama yang mendengarku tapi tak apa semua itu tak mungkin terjadi karena ada jarak dan waktu yang memisahkan kami tapi hati kecilku yakin tali batin yang mengikat kuat hati kami akan selalu terjalin hai lima malaikatku  terima k...