Puisi: Jembatan Kayu
jembatan kayu kecokelatan itu berdiri menyambungkan dua pulau yang melambangkan pilihan di bawah jembatan itu, mengalir cairan pekat sebab tercampur air mata dan darah dari raga para insan yang menyerah aku adalah insan pemimpi aku adalah insan penuh imaji namun tak pernah sekalipun aku bayangkan diriku menapakkan kaki di jembatan itu namun siapa aku? aku hanya insan bukan desainer atas segala kejadian waktu menggiringku ke tengah-tengah jembatan memaksaku memilih, kiri atau kanan? yang di mataku benar, atau di mata mereka benar? yang salah menurutku, atau salah menurut mereka? hati yang mantap membuat kakiku dengan ringan berlari ke salah satu pilihan hati yang tergores membuat netraku mengeluarkan kristal di tengah perjalanan hati yang bimbang membuatku terdiam, tak bergerak bahkan se inci dari jembatan tapi, pulau mana yang harus kukunjungi pilihan apa yang harus kupilih arah mana yang harus kutuju bila isi hatiku saat ini...