Cerpen: Sederhana
Tangan Isabella bergetar hebat. Jantungnya berdenyut lebih cepat, seirama dengan napasnya yang makin tak beraturan, bertempo berantakan. Air matanya mengalir bebas bak air terjun. Membasahi gaun biru selututnya. Di antara kotak kado dan pita gemerlapan, Isabella memeluk dirinya sendiri. Kakinya tertekuk, sementara lengannya terkalung. Memberikan pelukan pada badannya yang gemetar tak keruan. Ia kembali terisak. Menyayat hati mereka yang mendengarnya. Sayangnya, tak ada yang mendengar 'nyanyian' putus asanya. Mereka terlalu sibuk berpesta, berdansa mengikuti irama musik gembira yang dimainkan seorang DJ ternama di lantai bawah. Beberapa mungkin telah dibutakan oleh berbagai jenis makanan mewah yang terhidang. Sibuk menguyah, mengambil ini itu dengan rakus di piring besar. Memberi makan raksasa di perut mereka. Euforia sukses membuat mereka terlena. Lupa akan fakta, bahwa sang tokoh utama telah meninggalkan pesta sejak lama. Isabella menggelen...