Puisi: Jembatan Kayu
jembatan kayu kecokelatan itu berdiri
menyambungkan dua pulau yang melambangkan pilihan
di bawah jembatan itu, mengalir cairan pekat
sebab tercampur air mata dan darah
dari raga para insan yang menyerah
aku adalah insan pemimpi
aku adalah insan penuh imaji
namun tak pernah sekalipun aku bayangkan diriku
menapakkan kaki di jembatan itu
namun siapa aku?
aku hanya insan
bukan desainer atas segala kejadian
waktu menggiringku ke tengah-tengah jembatan
memaksaku memilih, kiri atau kanan?
yang di mataku benar, atau di mata mereka benar?
yang salah menurutku, atau salah menurut mereka?
hati yang mantap membuat kakiku dengan ringan berlari ke salah satu pilihan
hati yang tergores membuat netraku mengeluarkan kristal di tengah perjalanan
hati yang bimbang membuatku terdiam, tak bergerak bahkan se inci dari jembatan
tapi, pulau mana yang harus kukunjungi
pilihan apa yang harus kupilih
arah mana yang harus kutuju
bila isi hatiku saat ini saja, aku tak tahu?
20 September 2019
Ashfalia Pramudya
Comments
Post a Comment