Puisi: untuk anak manusia yang patah hatinya
wahai, anak manusia
jangan khawatir
kau ingat dulu, saat matamu belum bersitatap dengannya
saat namanya masih menjadi sosok asing di dalam benak
hidupmu baik-baik saja
mungkin saat ini pendar kisahmu menghilang
tak apa, semua pernah mengalaminya
aku pun sama
jalani kembali hidupmu, nak
belajarlah berdamai dengan hati, peluk erat rasa sakit yang menghampiri
kemudian bangkit
mengalirlah bagai air
kelak, di tengah lembaran barumu
pendar kisah yang lenyap akan kembali tanpa kau sadari
pijarnya lebih terang, lebih cerah dari sebelumnya
dan bila waktu telah berkata "ya, anak manusia ini siap"
sosok yang lebih baik akan menghampiri
wahai anak manusia
13 Agustus 2019
Ashfalia Pramudya
Comments
Post a Comment