Puisi: terkungkung dalam mimpi
Ia bermimpi tentang kawan lamanya
Mimpi sederhana, lekat dengan suasana sekolah
Tawa jenaka mereka masih bergema
Jelas suaranya, meski sudah tiga tahun mereka tak
bersama
Di lain kesempatan, sebuah bangunan besar berdiri
kokoh
Keramaian di dalam bangunan itu memanggilnya
Mengajaknya masuk, larut dalam lautan manusia
Sebelum ia terlempar dari elevator
Hanya karena mendambakan kafetaria
Di beberapa purnama
Dengan gagah ia berdiri di kapalnya, titel kapten
tersemat di dadanya
Bukan lautan luas nan ganas yang ia lewati
Bukan kapal biasa pula yang dinaiki
Ia mengontrol mimpi, di dalam mimpi itu sendiri
Kumpulan mimpi ini terdengar tak masuk akal
Mereka selalu meninggalkan tanda tanya
Menyebabkan sang pemimpi termenung, tak kunjung
meninggalkan kasur
Namun, sedetik setelah pintu kamarnya terbuka
Ia berharap alam bawah sadarnya menariknya kembali
Membuatnya terkungkung dalam mimpi
16 September 2020
Comments
Post a Comment