direbutnya cincin ajaib

Pada suatu hari. Di pagi yang cerah. Itu semua adalah awalan klise yang digunakan anak kecil saat membuka cerita mereka. Tak ada yang salah, sebab pemahaman hidup mereka masih sederhana. Namun jangan salah, imajinasi anak kecil lebih liar ketimbang kita yang masih remaja, atau manusia yang telah dewasa.

Anak kecil dapat dengan mudah menutup mata. Membayangkan diri mereka sebagai penunggang naga paling mahsyur di dunia fantasi. Di jubah sisik buayanya, ia menyimpan pedang putih yang dibuat dengan bantuan ular raksasa. Ia kemudian membayangkan kawan terdekatnya menjadi seorang bajak laut. Kawan mereka akan mengenakan baju berkerah tinggi, berwarna merah menyala. Bajak laut itu memimpin kapal penuh awak tanpa rambut satupun. Sehingga saat siang hari, kepala kinclong mereka memantulkan sinar matahari.

Teman mereka yang satu lagi akan menjadi putri bersayap besar. Mengingatkanmu akan kupu-kupu yang ayu. Sayapnya akan terlipat saat ia tertidur. Dan terbuka lebar saat ia berdiri. Menampilkan motif lingkaran dan garis berwarna merah muda dan biru. Putri itu terlihat baik dan polos. Padahal, ia menyimpan rahasia akan cincin ajaib dunia fantasi. Konon, cincin itu bisa menggandakan kekuatan pemakainya. Cincin itu bisa digunakan untuk kejahatan. Sebab itu putri menjaganya, supaya dunia fantasi tidak berada dalam bahaya.

Sang putri menjaga cincin dengan bantuan kurcaci bertelinga satu. Para kurcaci senang hati membantu. Mereka tidak meminta emas maupun perak sebagai imbalan. Mereka hanya meminta daun berwarna ungu gelap dan jamur merah disediakan tiga hari sekali. Supaya mereka bisa menjaga cincin tanpa merasa kelaparan. Putri menepati janjinya. Tidak pernah ia terlambat mengirimkan makanan kepada kurcaci.

Akan tetapi, hari itu keadaan berbeda. Para kurcaci pingsan di jalanan. Makanan yang dijanjikan putri tak datang, sebab putri menghilang. Prajurit mencari putri kemanapun. Tapi tetap saja, putri tak ditemukan. Dan yang paling parah, cincin yang dijaga kurcaci, menghilang dari tempatnya.

Prajurit yang putus asa memutuskan meminta bantuan penunggang naga. “Wahai penunggang naga, carilah putri kami. Dengan nagamu, kamu bisa mengelilingi seluruh negeri dengan cepat. Bila kau menemukannya, kami berjanji akan memberikanmu hadiah yang banyak.”

Penunggang naga setuju. Katanya, “Baiklah! Aku akan menemukan putrimu.”

Rakyat bersorak gembira. “Terima kasih penunggang naga yang baik!”

Penunggang naga mengambil peta dari tasnya. Ia berpikir keras. Kira-kira, di mana lokasi sang putri?

Ia berusaha mengingat ucapan prajurit. Sebelumnya, prajurit memberitahu penunggang naga tentang tempat yang mereka kunjungi untuk menemukan putri. Mulai dari perpustakaan, taman kerajaan, toko roti, balai kota, hingga gedung opera. Semuanya berada di daratan. Penunggang naga bertanya pada naganya, “Menurutmu, apakah putri ada di lautan?”

Naganya menggerung. Mungkin sebaiknya kita coba mencari, begitu kata naga.

Penunggang naga tersenyum. “Baik, antarkan aku ke laut lepas!”

Tanpa menunggu waktu lama, naga mengepakkan sayapnya. Membawa penunggangnya ke laut lepas. Dengan bantuan teropong, penunggang naga mencari keberadaan putri. Seharusnya mudah menemukan putri, sebab sayap besarnya akan mencolok. Dan hanya putri seorang yang memiliki sayap besar di dunia fantasi.

Benar saja. Mata penunggang naga segera melihat sayap besar yang mengepak di kejauhan. Tapi penunggang naga belum bisa bernapas lega. Karena dari teropong, ia bisa melihat putri tengah ditawan oleh bajak laut. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun wajah putri memerah marah. Sementara bajak laut menyeringai seram. Makin kaget penunggang naga saat menyadari, bajak laut tengah memakai cincin ajaib!

“Apa yang harus aku lakukan?” Penunggang naga bertanya pada diri sendiri. Panik dan ketakutan. Ia takut tak bisa membebaskan sang putri. Ia takut bajak laut akan mengalahkannya, menyakiti putri, dan membuat seluruh dunia fantasi dalam bahaya. “Nagaku, apakah kamu memiliki ide?”

Naga menggerung. Pikirkan solusinya, tapi pertama-tama kamu harus tenang terlebih dulu.

Penunggang naga menggeleng frustasi. Tak setuju dengan ucapan naga. “Bagaimana aku bisa tenang? Nanti kalau misalnya aku salah melakukan sesuatu, keadaan akan menjadi makin berbahaya.”

Naga menggerung panjang. Justru kalau kamu panik, kamu akan makin susah mencari solusinya. Kalau kamu panik, kamu akan merasa ragu-ragu. Keraguan itu justru lebih berbahaya. Sekarang tarik napasmu. Kita bisa berhenti sejenak. Memikirkan rencana yang tepat untuk mengalahkan bajak laut.

“Apakah tidak apa-apa kalau kita berhenti sebentar?”

Kepala naga mengangguk. Sebentar saja. Tapi sembari berhenti dan menenangkan diri, kita bisa bersama-sama mencari solusi. Bukankah dahulu kita juga membuat rencana, supaya ular raksasa yang galak mau membantu kita membuat pedang putih?

Penunggang naga melirik pedang putih di jubahnya. “Benar juga katamu, naga. Tanpa rencana yang matang, bisa-bisa sekarang kita jadi santapan ular raksasa. Baiklah, mari kita berhenti sejenak.”

Keduanya berhenti di atas batu raksasa di laut. Penunggang naga merenung. Memikirkan apa yang harus ia lakukan supaya cincin itu terlepas dari tangan bajak laut. Ia menarik napas, mengeluarkannya. Sesekali menatap laut lepas, supaya kepalanya tak merasa pusing memikirkan ide. Benar kata naga. Saat kondisinya lebih tenang, pelan-pelan jawaban bermunculan di kepalanya. Ia membicarakan ide itu kepada naga. Naga mengangguk senang. Itu ide bagus, ayo kita lakukan!

Sementara itu, perdebatan putri dan bajak laut di kapal bajak laut makin memanas. Putri mulai berteriak marah, memerintahkan bajak laut untuk melepaskan cincin. Bajak laut tentunya tidak mau menurut. Ia malah menggunakan kekuatan besarnya untuk melukai sayap putri. “Kau diam saja putri! Lebih baik kamu memberitahuku tentang benda ajaib lain yang kamu jaga. Aku ingin berkuasa di dunia fantasi. Dan kalau kamu beruntung, kamu akan kujadikan permaisuri.”

Putri mengerang marah. “Aku tidak menjaga benda ajaib lain. Dan aku tidak akan sudi menikah denganmu!”

Bajak laut tertawa congkak. Awak kapalnya ikut tertawa kencang. “Berhenti berteriak marah, putri. Tidak akan ada yang mendengarkanmu. Kita ini kan ada di lautan lepas. Tak ada yang bisa menemukanmu.”

“Kata siapa, bajak laut? Buktinya, aku menemukannya!”

Mata bajak laut melebar. Kaget dirinya melihat kehadiran penunggang naga yang berdiri tegap di atas naganya. Bajak laut tak menyangka, akan ada seseorang yang datang dan menemukan putri yang ia tawan. Tapi ia tak ketakutan. Buat apa ia merasa takut? Ia punya cincin yang menggandakan kekuatannya. “Jangan turun ke kapal ini, penunggang naga! Kau mungkin penunggang paling hebat, namun aku bisa mengalahkanmu.”

Yang tak bajak laut duga, sang penunggang naga justru tertawa. Nadanya mengejek bajak laut.

“Hei bajak laut! Kamu mungkin merasa dirimu kuat dengan cincin. Tapi aku mempunyai pedang putih! Pedang yang hanya bisa dimiliki satu manusia, dibuat langsung oleh ular raksasa di jantung hutan. Akulah penjaga pedang putih, pedang ajaib yang bisa menaklukkan dunia fantasi.”

Bajak laut mulai tertarik. Apalagi pedang putih yang dibawa penunggang naga terlihat tajam dan berkilauan. “Hei penunggang naga, apa kekuatan pedang itu?”

“Siapapun yang menggunakan pedang ini, bisa mengendalikan orang lain.” Penunggang naga berseru, memastikan setiap orang di kapal mendengarnya. “Hanya dengan menunjuk seseorang dengan pedang, kamu akan bisa mengendalikan orang yang kamu tunjuk.”

Bajak laut tersenyum lebar. Pedang itu akan sempurna untuk memenuhi tujuannya. Dengan pedang itu, ia bisa menguasai dunia lebih cepat.“Bagaimana kalau kau berikan pedang itu padaku? Aku jelas jauh lebih berhak membawanya. Aku kuat, aku ganas, aku hebat!”

Awak kapal berseru-seru setuju. “Ayo penunggang naga, berikan pedang itu pada kapten!”

“Baik, aku akan menyerahkannya! Aku akan memberikanmu pedang ini. Tapi dengan dua syarat.”

“Apa syarat itu?” Bajak laut bertanya, alisnya tertaut. Ingin tahu akan syaratnya.

Penunggang kuda berseru. “Pertama, bebaskan sang putri. Kedua, berikan cincin itu pada putri.”

Bajak laut tertawa. Angkuh sekali gayanya. Ia terlalu percaya diri dan berambisi untuk menguasai dunia. Tanpa pikir panjang, kepalanya mengangguk. “Baiklah! Aku akan melepaskan putri dan cincinnya. Tapi kamu harus memberikan pedang itu padaku terlebih dahulu.”

“Berjanjilah kau akan menyerahkan cincin itu. Kalau tidak, awak kapalmu yang akan terkena akibatnya.”

“Aku berjanji, penunggang naga! Sekarang, serahkan pedang itu padaku.”

Penunggang naga melompat dari naganya. Dengan mulus mendarat di kapal. Diangkatnya tinggi-tinggi pedang putih. Bajak laut terkekeh. Bahagia sekali dirinya. Makin kencang kekehannya saat penunggang kuda menyerahkan pedang tersebut. Tanpa pikir panjang, ia melemparkan cincin itu kepada sang putri. Kemudian menggunakan pedang untuk memotong tali yang mengikat putri. “Aku tepati janjiku. Sekarang enyah dari hadapanku!”

Tapi rencana sesungguhnya baru dimulai. Saat bajak laut mengangkat pedang, mengagumi benda ajaib yang baru saja ia terima, putri menggunakan cincin ajaib. Kekuatannya secara instan bertambah. Dengan cepat, ia merangsek maju dan mengangkat bajak laut. Awak kapal berteriak panik. Bajak laut ikut berteriak. Putri jelas mengabaikan. Ia justru mengepakkan sayapnya lebih cepat, terbang jauh di atas kapal sehingga awak kapal tak bisa menangkapnya. “Turunkan aku! Turunkan aku!”

“Buat apa aku melepaskanmu? Kamu sudah membahayakan nasib dunia fantasi, kamu menyakiti kurcaci, kamu melukai sayapku, dan mencuri cincin ajaibku!”

Bajak laut makin panik. Kepayahan, ia berusaha membuat pedang putih mengarah ke putri. “Patuhi aku, turunkan aku di kapal!”

Melihat usaha bajak laut, putri justru terkikik. “Bajak laut, tak sadarkah dirimu, bahwa kamu baru saja dibohongi oleh penunggang naga? Sudah kubilang sebelumnya, tidak ada objek ajaib lain yang kumiliki selain cincin. Pedang putih ini hanya pedang biasa. Ia tak bisa mengendalikan siapapun.”

“Apa?!”

“Kamu tertipu karena kesombonganmu, bajak laut. Sekarang, kamu harus menerima akibatnya.”

Tanpa aba-aba, putri melepaskan cengkramannya pada bajak laut. Lelaki itu menjerit-jerit minta tolong. Berkata bahwa ia berhak menjadi orang terkuat di seisi dunia fantasi. Tapi tak ada yang mendengarkan permintaannya. Putri membiarkan bajak laut terjatuh ke laut lepas. Mati-matian berenang untuk menyelamatkan diri.

Begitu putri dan penunggang naga sampai di istana, prajurit dan rakyat merayakan kedatangan keduanya. Sesuai janji, penunggang naga mendapatkan hadiah yang banyak. Putri juga berhasil menyembuhkan para kurcaci yang sakit. Para kurcaci sembuh dengan cepat. Siap menjaga cincin ajaib sang putri, tak membiarkan seorangpun menyentuhnya lagi.                


other shortfic by ashfalia pramudya

dessert

tanpa rasa

menari di bawah bulan perbani

Comments

Popular posts from this blog

Cerbung: Rollercoaster (1)

Cerpen: Sederhana

Benak: Rinduku pada Balkon Sekolah